Read this Article in English: Click Here

KLP

Program Compact juga menyelenggarakan kegiatan lintas proyek sebagai pendukung pelaksanaan tiga proyek utama. Fokusnya adalah integrasi sosial dan gender, akuntabilitas sosial dan lingkungan, serta pemantauan dan evaluasi terhadap implementasi masing-masing proyek.

Kegiatan lintas proyek adalah bagian tak terpisahkan dari setiap proyek utama. Tiap kegiatan didukung oleh tim khusus yang berkontribusi terhadap kesuksesannya.

Integrasi Sosial dan Gender

Ada banyak tantangan untuk mencapai kesempatan ekonomi yang setara dalam masyarakat Indonesia. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, analisis sosial dan gender diintegrasikan  dalam rancangan masing-masing proyek.

MCA-Indonesia memiliki mandat untuk memaksimalkan dampak sosial yang positif, menghadapi isu-isu sosial dan gender, serta mematuhi kebijakan gender MCC. Untuk itu, MCA-Indonesia telah merampungkan Social and Gender Integration Plan – SGIP (Rencana Integrasi Sosial dan Gender) dalam kuartal pertama di tahun pertama penerapan program Compact. SGIP adalah dokumen operasional yang dirancang untuk mengatur dan memastikan integrasi gender dalam tiap proyek dan kegiatan Compact. SGIP juga bertujuan menyoroti hambatan dan kesempatan sosial tertentu yang relevan di tiap sektor, serta risiko-risiko yang perlu dikelola dan diantisipasi.

Akuntabilitas Sosial dan Lingkungan

MCA-Indonesia telah mengembangkan dan menerapkan Kerangka Kerja Environmental and Social Management System – ESMS (Sistem Manajemen Sosial dan Lingkungan). Kerangka Kerja ESMS adalah panduan yang bertujuan memastikan semua kegiatan dan investasi MCA-Indonesia mematuhi hukum dan peraturan Pemerintah Indonesia yang relevan, Panduan Lingkungan MCC, Kebijakan Gender MCC, serta konsisten dengan standar kinerja International Finance Corporation.

Kerangka Kerja ESMS dikembangkan melalui proses konsultatif untuk memandu kinerja sosial dan lingkungan MCA-Indonesia. Pengembangan dan kepatuhan terhadap Kerangka Kerja tersebut adalah salah satu standar kinerja MCC Indonesia Compact. Kerangka Kerja ESMS merupakan dokumen “hidup” yang akan ditinjau dan diperbarui jika diperlukan selama program Compact berjalan.

Pemantauan dan Evaluasi

Pemantauan dan evaluasi adalah komponen kunci dalam rancangan kegiatan Compact, dan diterapkan pada semua fase proyek. Untuk itu, MCA-Indonesia telah memiliki Rencana Monitoring dan Evaluasi (M&E). Rencana tersebut memerinci dampak apa yang diharapkan dihasilkan oleh Compact dan proyek-proyeknya – baik dampak ekonomi, sosial, maupun lingkungan – dan bagaimana pengaruh tersebut dapat dicapai.

Keputusan MCC untuk mendukung tiga proyek yang diajukan oleh Pemerintah Indonesia didasarkan pada perkiraan Economic Rates of Return (ERR) atau laju pengembalian minimal 10%. ERR Proyek Kesehatan dan Gizi Berbasis Masyarakat untuk Mengurangi Stunting diperkirakan melebihi batas 10% itu. Bukti-bukti yang kini ada pun menunjukkan ERR yang cukup tinggi pada Proyek Kemakmuran Hijau dan Proyek Modernisasi Pengadaan.

M&E adalah alat penting bagi pengelolaan Program Compact yang didasarkan pada hasil. Rencana M&E menyediakan informasi dan data untuk pengambilan kebijakan berbasis bukti saat proyek-proyek diterapkan. Pemantauan data akan dianalisis secara rutin untuk memungkinkan para pengelola MCA-Indonesia dan MCC melakukan penyesuaian secara terencana agar penerapan program berjalan baik dan tujuannya tercapai. Jika M&E mendapatkan model pembangunan yang berhasil, maka model itu akan dievaluasi agar bisa diterapkan di daerah lainnya di Indonesia, bahkan setelah Program Compact usai.

GALERI FOTO